Hadiri Syukuran Mata Air dan Panen Raya, Bupati Buton Selatan Gaungkan Harmoni Adat, Alam dan Pembangunan Berkelanjutan

 

Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, bersama Ketua TP PKK Buton Selatan disambut secara adat dengan pengalungan kain tenun saat menghadiri Syukuran Mata Air Adhoda dan Panen Raya Desa Bangun.

StasiunBerita.id, Buton Selatan - Nuansa syukur dan kebersamaan menyatu dalam kegiatan Syukuran Mata Air Adhoda yang dirangkaikan dengan panen raya hasil kebun masyarakat Desa Bangun, Kecamatan Sampolawa, Minggu (15/2/2026). Momentum tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios.

Acara ini menjadi simbol rasa terima kasih masyarakat atas keberadaan Mata Air Adhoda yang selama ini menjadi sumber kehidupan, sekaligus atas hasil pertanian yang terus menggerakkan roda ekonomi desa. Hamparan hasil kebun yang dipanen menjadi gambaran nyata kerja keras petani yang tetap menjaga harmoni dengan alam.

Bupati hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Buton Selatan, Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan OPD, serta Kapolsek Sampolawa. Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut menunjukkan perhatian dan dukungan terhadap tradisi lokal yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menilai syukuran mata air memiliki makna lebih dari sekadar agenda tahunan. Tradisi ini, katanya, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang patut dijaga lintas generasi.

“Tradisi seperti ini bukan hanya menjaga adat, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan identitas daerah. Pemerintah tentu mendukung penuh agar nilai-nilai ini terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun desa. Aspirasi warga, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

Bupati memastikan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan demi kemajuan bersama. Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga, tidak hanya dalam tradisi, tetapi juga dalam proses pembangunan.

Menutup arahannya, Bupati mengingatkan agar pelestarian adat berjalan seiring dengan penguatan sektor pertanian dan perlindungan sumber daya alam. Baginya, pembangunan yang berkelanjutan harus bertumpu pada keseimbangan antara budaya, ekonomi dan lingkungan.(*)


(Stasiunberita/Redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama