![]() |
| Sejumlah petugas dan warga membersihkan area fasilitas umum di tepi jalan pada kegiatan kerja bakti massal, Jumat (13/2/2026). |
StasiunBerita.id, Buton Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan menginstruksikan pelaksanaan kerja bakti massal secara serentak di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, desa, dan kelurahan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekaligus memperkuat komitmen daerah mewujudkan program “Busel Bersih”.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Nomor 600.4/313/SETDA/2026 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, La Ode Harwanto. Dalam surat edaran itu ditegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta masyarakat diminta terlibat aktif menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Kerja bakti massal dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 18 Februari 2026, dengan waktu pelaksanaan yang dapat disesuaikan oleh masing-masing satuan kerja. Pada Jumat (13/2/2026), kegiatan kerja bakti massal dilaksanakan secara serentak di berbagai titik oleh perangkat daerah, kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai bagian dari gerakan “Busel Bersih”.
Kepala OPD diminta kembali mengaktifkan titik-titik pembersihan sebagaimana aksi “Busel Bersih” tahun 2025, sementara Camat, Kepala Desa, dan Lurah bertanggung jawab langsung terhadap kebersihan wilayah masing-masing.
Selain kegiatan massal tersebut, setiap instansi juga diimbau melaksanakan gerakan peduli sampah minimal satu kali dalam sepekan. Aparatur pemerintah bahkan dianjurkan melaksanakan korvei atau kerja bakti rutin selama satu jam sebelum memulai aktivitas kantor setiap hari.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buton Selatan ditunjuk sebagai koordinator utama untuk melakukan pemantauan dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada pimpinan daerah.
Melalui langkah ini, Pemkab Buton Selatan berharap terbangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat, sehingga terwujud lingkungan yang aman, sehat, asri, dan nyaman bagi seluruh warga.
(Stasiunberita/Redaksi)
