![]() |
| Foto: Akbar/Diskominfo Busel |
StasiunBerita.id, LAPANDEWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dan anemia melalui pembudayaan perilaku hidup sehat sejak usia remaja. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Cegah Stunting lewat Aksi Bergizi di Sekolah yang digelar di SMAN 1 Lapandewa, Kecamatan Lapandewa, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Dinkes Busel ini dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Gerakan Sekolah Sehat.
Pembukaan acara ditandai dengan aksi minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak oleh para siswi SMAN 1 Lapandewa sebagai langkah awal mencegah anemia pada remaja putri. Selain itu, diserahkan pula bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Pemerintah Pusat kepada dua ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan tiga balita stunting yang diantarkan langsung oleh petugas puskesmas ke rumah warga.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sultra, Sijatiku, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa berdasarkan data e-PPGBM per Juli 2026, Kabupaten Buton Selatan menempati urutan ketiga tertinggi di Sultra dengan angka stunting sebesar 18,2 persen. Sementara di wilayah kerja Puskesmas Lapandewa, angkanya mencapai 28,7 persen tertinggi kedua setelah Puskesmas Batu Atas Barat.
Adapun berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 berbasis sampel, prevalensi stunting Busel tercatat sebesar 38,9 persen. Perbedaan angka ini terjadi karena perbedaan metode, sumber data, dan periode pengukuran.
"Pencegahan anemia harus dimulai sejak remaja karena remaja putri hari ini adalah calon ibu di masa depan. Langkah ini krusial untuk menekan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting," ujar Sijatiku.
Mewakili Bupati Buton Selatan, Asisten II Setda Busel, Drs. La Safilin, M.Si., mengapresiasi langkah Dinkes Sultra dan menegaskan komitmen Pemkab Busel dalam mendukung program ini.
"Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan juga tempat membangun kebiasaan hidup sehat. Kesehatan adalah modal paling utama. Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal membiasakan pola hidup sehat," kata La Safilin saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam menekan angka stunting di Buton Selatan.
"Ini pekerjaan rumah besar untuk kita semua. Mari berkolaborasi seluruh stakeholder, Pemkab, tenaga kesehatan, sekolah, hingga pemerintah desa agar angka stunting dapat kita minimalkan secara bertahap," tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Dinas Kesehatan Busel, Kepala kemenag Busel, Camat Lapandewa, Kapolsek Lapandewa, Kepala SMAN 1 Lapandewa, para kepala desa, serta para siswi peserta kegiatan.(Adm)
