![]() |
| Pengurus BEM UMU Buton berfoto bersama usai audiensi dengan Sekda Baubau, La Ode Darussalam, di Kantor Walikota Baubau, Selasa (20/10/2026). |
StasiunBerita.id, BAUBAU – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muslim Buton (BEM UMU Buton) mengundang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., untuk menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan Bina Akrab yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Pantai Lakeba, Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau.
Undangan tersebut diserahkan langsung oleh pengurus BEM UMU Buton saat melakukan audiensi di Kantor Wali Kota Baubau, Jalan Palagimata, Kelurahan Lipu, Selasa (20/10/2026).
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya BEM UMU Buton memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
Pj. Presiden Mahasiswa UMU Buton, Wa Ode Nadila Maman, mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, kaderisasi perlu diarahkan tidak hanya untuk memperkuat organisasi, tetapi juga membentuk mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
“Mahasiswa memegang posisi strategis sebagai mitra kritis sekaligus transformatif dalam pembangunan. Melalui silaturahmi ini, kami ingin membangun ruang komunikasi yang konstruktif antara kalangan akademisi dan Pemerintah Kota Baubau,” ujar Nadila.
Ia menegaskan, LDK dan Bina Akrab tidak seharusnya sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan tersebut perlu menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan solidaritas, serta penanaman tanggung jawab sosial bagi calon pemimpin mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif langsung mengenai kepemimpinan publik, kedisiplinan, serta dinamika penyelenggaraan pemerintahan, terutama melalui keterlibatan unsur birokrasi sebagai pemateri.
Ketua Panitia LDK, Irma, mengatakan pelibatan unsur birokrasi diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta dalam memahami kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.
“Kaderisasi bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, melainkan proses pembentukan karakter dan kapasitas pimpinan masa depan. Kami ingin para peserta menyerap nilai kedisiplinan, manajerial organisasi, serta keberanian mengambil tanggung jawab sosial,” tutur Irma.
Sementara itu, Ketua Divisi Keamanan Panitia LDK, La Ode Muhammad Alin, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan kaderisasi tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari sejauh mana nilai kedisiplinan dan kebersamaan diterapkan peserta dalam kehidupan berorganisasi.
“Indikator keberhasilan kaderisasi bukan hanya kelancaran acara di lapangan, melainkan sejauh mana nilai kedisiplinan dan kebersamaan itu terinternalisasi dalam diri peserta. Aspek keamanan dan ketertiban kami kawal agar suasana belajar tetap aman dan presisi,” tegas Alin.
BEM UMU Buton berharap kegiatan LDK dan Bina Akrab ini dapat melahirkan kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kepekaan sosial, dan kesiapan berkontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kota Baubau.(Adm)
