Yayasan Stasiun Gerakan Bangsa dan GMNI Baubau Gelar Nobar G30S/PKI dan Dialog Kebangsaan ‎

Yayasan Stasiun Gerakan Bangsa dan GMNI Baubau bersama peserta kegiatan.


SasiunBerita.id, BAUBAU — Yayasan Stasiun Gerakan Bangsa bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dirangkaikan dengan dialog kebangsaan di D'heaven Coffee Pos 3, Jalan Erlangga, Kelurahan Tarafu, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Rabu (30/9/2026).

‎Kegiatan tersebut diikuti sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI, kepolisian, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, serta komunitas masyarakat dari Kota Baubau dan wilayah Kepulauan Buton.

‎Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Baubau, Dandim 1413 Buton, Kasat Intel Polres Kota Baubau, serta perwakilan Cipayung Plus Kota Baubau. Perwakilan OSIS SMA se-Kota Baubau dan komunitas lintas Kepulauan Buton juga turut hadir.

‎Dialog kebangsaan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur politik dan akademisi, yakni Ketua DPC PDI Perjuangan Buton Tengah, Ketua DPC PDI Perjuangan Buton Selatan, Ketua DPD PA GMNI Sulawesi Tenggara, serta akademisi Universitas Muslim Buton.

‎Forum tersebut membahas berbagai perspektif mengenai sejarah Indonesia, nasionalisme, persatuan, demokrasi, serta peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎Pendiri Yayasan Stasiun Gerakan Bangsa, Muh. Adnan Mustajab, S.H., M.Si., mengatakan nobar film tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan dialog kebangsaan.

‎Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bertukar pandangan bagi peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas sejarah dan isu-isu kebangsaan.

‎Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kota Baubau, Dhira Adiyatma Jaya, mengatakan ruang dialog seperti ini penting untuk mempertemukan berbagai perspektif, khususnya di kalangan generasi muda.

‎Ia menilai sejarah tidak cukup hanya dipahami sebagai catatan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran dalam melihat kehidupan berbangsa, demokrasi, persatuan, dan peran generasi muda.

‎Selain nobar dan dialog kebangsaan, kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan puisi bertema kebangsaan serta sesi tanya jawab. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan tanggapan secara langsung kepada para narasumber.

‎Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi mahasiswa, pelajar, akademisi, komunitas, dan unsur politik dalam satu forum untuk membahas sejarah serta berbagai persoalan kebangsaan.(Adm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama