Bupati Buton Selatan Hadiri Ritual Pembersihan Mata Air, Tegaskan Komitmen Jaga Alam dan Warisan Adat

 

Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios (tengah) didampingi Sekretaris Daerah La Ode Harwanto dan Ketua TP PKK Hj. Siti Norma Adios saat menghadiri Ritual Adat Pembersihan Mata Air Hara Mpangi dan Hara Matabenua di Baruga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga.

StasiunBerita, Buton Selatan - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan kembali menunjukkan kedekatannya dengan nilai-nilai adat dan lingkungan. Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, hadir langsung dalam Ritual Pembersihan Mata Air Hara Mpangi dan Hara Matabenua yang digelar di Baruga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Minggu (11/1/2026).

Ritual adat tahunan yang mengusung tema “Merawat Mata Air, Menjaga Martabat Kampung” ini menjadi ruang pertemuan antara kearifan lokal dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Sejak pagi, tokoh adat, masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah tampak mengikuti prosesi dengan penuh khidmat.

Selain Bupati, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Buton Selatan Hj. Siti Norma Adios, Sekretaris Daerah La Ode Harwanto, serta para kepala OPD.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Adios menekankan bahwa menjaga alam merupakan wujud nyata dari rasa syukur kepada Tuhan.

“Nikmat Allah bukan hanya mata air, tetapi juga hujan yang turun dari langit. Semuanya diatur oleh-Nya. Jika kita menjaga alam, Insyaallah alam akan memberi kita kebaikan dan keberkahan,” ujarnya.

Ia menilai ritual adat seperti ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga pesan moral tentang hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, mata air yang dijaga hari ini adalah jaminan kehidupan bagi generasi yang akan datang.

Bupati juga mengapresiasi kuatnya nilai gotong royong masyarakat yang tampak dalam pelaksanaan ritual, mulai dari persiapan hingga makan bersama.

“Kebersamaan dan gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan sosial masyarakat Buton Selatan. Ini harus terus kita rawat,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati mengajak generasi muda agar tidak menjauh dari akar budayanya.

“Ritual adat adalah identitas kita. Jika kita jaga dan kembangkan, ia bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga warisan berharga bagi anak cucu,” tegasnya.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan adat, Bupati Muhammad Adios langsung melanjutkan agenda kemanusiaan dengan mengunjungi warga terdampak kebakaran di Siompu Barat.

Kunjungan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.

“Sebagai kepala daerah, saya harus berada bersama masyarakat, baik dalam suka maupun duka,” pungkasnya.


(Stasiunberita/aman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama