![]() |
| Pengurus DPC GMNI Bau-Bau, Muhyi Surya Rahman. |
StasiunBerita id, Baubau – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Baubau mendesak Pemerintah Kabupaten Buton Selatan agar segera merealisasikan pelayanan listrik 24 jam penuh di Kecamatan Kadatua dan Kecamatan Siompu.
Desakan tersebut disampaikan pengurus DPC GMNI Baubau, Muhyi Surya Rahman. Ia menegaskan, ketersediaan listrik selama 24 jam merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak lagi bisa ditunda pemenuhannya.
Menurut GMNI Baubau, hingga kini warga di Kadatua dan Siompu masih menghadapi keterbatasan jam nyala listrik. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas perekonomian, proses belajar mengajar, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat secara umum.
Muhyi menilai, pemerataan akses listrik menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mewujudkan keadilan pembangunan, terutama bagi wilayah kepulauan.
“Tidak boleh ada ketimpangan pelayanan dasar antara wilayah daratan dan kepulauan. Masyarakat Kadatua dan Siompu berhak mendapatkan layanan listrik 24 jam sebagaimana wilayah lainnya,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, GMNI Baubau menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, antara lain:
1. Segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan listrik 24 jam di Kadatua dan Siompu dapat direalisasikan.
2. Menyampaikan secara terbuka kepada publik terkait kendala yang dihadapi beserta solusi yang tengah ditempuh.
3. Menetapkan target waktu yang jelas mengenai realisasi pelayanan listrik penuh di kedua kecamatan tersebut.
GMNI Baubau menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat langkah konkret dari pemerintah daerah. Jika dalam waktu dekat belum ada kejelasan, GMNI Bau-Bau menyatakan siap menempuh langkah-langkah konstitusional sebagai bentuk kontrol sosial.
(Stasiunberita/Redaksi)
