![]() |
| Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat GMNI Kota Baubau, Sarinah Icha Febrianti. |
StasiunBerita.id, Baubau – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Baubau mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara untuk segera melakukan pengaspalan terhadap sejumlah ruas jalan rusak yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kondisi infrastruktur yang dinilai memprihatinkan itu disebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, kerusakan jalan juga berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat GMNI Baubau, Sarinah Icha Febrianti, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak bukanlah isu baru. Menurutnya, keluhan warga sudah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum ada penanganan maksimal dari pemerintah daerah.
“Kerusakan jalan di beberapa kecamatan di Buton Utara sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Tidak hanya memperlambat pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret melalui pengaspalan jalan yang rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan, infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Jika akses antarwilayah terganggu, distribusi hasil pertanian, perikanan, serta kebutuhan pokok masyarakat ikut terhambat.
GMNI Baubau juga mendorong Pemkab Buton Utara untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap titik-titik kerusakan jalan dan menyusun skala prioritas perbaikan secara transparan. Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan pun dinilai penting agar perbaikan tidak bersifat sementara dan jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa, GMNI Baubau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah.
“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar janji, tetapi harus diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat Buton Utara,” tutupnya.
(Stasiunberita/Redaksi)
