Kasus Penganiyayaan di Watulea Buton Tengah Berakhir Damai, Ketua SAMURAIS Apresiasi Kinerja Satreskrim Polres Buton Tengah

SAMURAIS saat berada di Polres Buteng mengawal RJ Watulea

StasiunBerita.id, Buton Tengah - Kasus penganiayaan yang sempat menghebohkan warga Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, akhirnya resmi berakhir melalui jalan damai. Penyelesaian perkara dengan pendekatan restorative justice ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk tokoh pemuda setempat.

Ketua SAMURAIS, Gery Puji Prasetyo, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran Satreskrim Polres Buton Tengah. Menurutnya, mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian merupakan langkah tepat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

"Kami mengapresiasi langkah yang telah ditempuh atas penyelesaian kasus penganiayaan ini, yang berakhir damai dengan nuansa kekeluargaan," ujar Gery, yang juga dikenal sebagai aktivis di Buton Tengah.

Kasus ini bermula dari insiden penganiayaan yang menimpa seorang pria berinisial R, warga Kelurahan Watulea, pada Rabu (28/1/2026). Setelah kejadian tersebut, pelaku berinisial MJ sempat melarikan diri ke Kota Kendari untuk menghindari kejaran petugas.

Namun, pelarian MJ tidak berlangsung lama. Di bawah kepemimpinan Kasat Reskrim Polres Buton Tengah, AKP Busrol Kamal, S.H., M.H., tim Satreskrim berhasil meringkus pelaku di Kendari pada Senin (2/2/2026). Setelah melalui proses pemeriksaan dan mediasi, kedua belah pihak yang sempat saling lapor akhirnya sepakat untuk mencabut laporan dan berdamai.

Gery berharap kejadian ini menjadi cermin bagi seluruh masyarakat, terutama kaum muda, agar lebih bijak dalam bertindak dan mengontrol emosi.

"Semoga dengan selesainya masalah ini menjadi pelajaran untuk kita semua, terkhusus buat teman-teman pemuda, agar ke depannya lebih berpikir jernih sebelum bertindak," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Gery menekankan pentingnya momen saling memaafkan ini, apalagi terjadi di tengah suasana bulan suci. "Dengan saling bermaafannya kedua pihak ini, semoga dapat menjadi nilai ibadah, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini," pungkasnya. (*)



(StasiunBerita/Redaksi)





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama