![]() |
| Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., saat menyampaikan sambutan saat kegiatan Safari Ramadan di Rujab Bupati Buton Selatan, Jumat (6/3/2026). (Foto: Istimewa). |
StasiunBerita.id, Buton Selatan – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buton Selatan dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (6/3/2026).
Kunjungan tersebut disambut oleh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan yang
dipusatkan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buton Selatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Baubau bersama Wakil Wali Kota Baubau serta sejumlah pejabat dari lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut.
Safari Ramadan ini menjadi bagian dari agenda pemerintah provinsi untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi pembangunan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum bagi umat Muslim untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat hubungan antar sesama.
“Di bulan Ramadan ini kita diajak menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar aktivitas, tetapi juga bagian dari ibadah yang mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan persatuan di antara kita,” kata Andi Sumangerukka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya selaku Gubernur Sulawesi Tenggara mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
“Secara pribadi saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan suci ini diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.
Lebih lanjut, Andi Sumangerukka juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta jajaran pemerintah daerah apabila selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Ir. Hugua masih terdapat kekurangan dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, terutama terkait kemiskinan dan keterbatasan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pelosok.
Ia menilai persoalan tersebut juga berkaitan dengan akurasi data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
“Jika data yang kita gunakan belum akurat, maka kebijakan dan program yang dijalankan juga belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” katanya.
Selain itu, Andi Sumangerukka juga menyoroti keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Ia menyebut kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak pada penurunan dana transfer yang diterima pemerintah daerah.
“Jika sebelumnya dana transfer yang kita terima bisa mencapai sekitar Rp800 miliar, saat ini hanya sekitar Rp200 miliar. Begitu juga dengan APBD Provinsi Sulawesi Tenggara yang sebelumnya berada di kisaran Rp5 triliun, kini sekitar Rp4 triliun,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah provinsi tetap berupaya menjalankan program pembangunan secara bertahap, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan layanan pendidikan, serta perluasan akses listrik bagi masyarakat desa.
Ia menyebutkan masih terdapat sekitar 50 desa di Sulawesi Tenggara yang belum menikmati akses listrik. Tahun ini, pemerintah menargetkan sembilan desa mulai mendapatkan layanan listrik melalui program subsidi bagi masyarakat.
“Keterbatasan anggaran tentu menjadi tantangan. Namun pemerintah provinsi tetap berkomitmen bekerja maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara,” kata Andi Sumangerukka.
(Stasiunberita/Redaksi)
