![]() |
| Pengurus Palang Merah Indonesia Kota Baubau masa bakti 2025–2030 saat mengikuti prosesi pelantikan di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Selasa (14/4/2026). (Foto: PPID Diskominfo Baubau) |
StasiunBerita.id, Baubau — Suasana khidmat mewarnai pelantikan pengurus struktural Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Baubau masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Selasa (14/4/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua PMI Kota Baubau, Yusman Fahim, dan dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Menurutnya, PMI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, kondisi darurat, serta layanan sosial. Karena itu, Pemerintah Kota Baubau memandang PMI sebagai mitra penting yang perlu terus diperkuat, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun sarana pendukung.
Pemkot Baubau juga menyatakan dukungan terhadap berbagai rencana inovasi PMI, termasuk peningkatan kapasitas relawan dan perluasan layanan. Salah satu fokus perhatian adalah penguatan status dan pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) di kawasan Lembah Hijau agar dapat beroperasi secara profesional di bawah naungan PMI.
“Jika dikelola optimal, selain meningkatkan layanan kesehatan, UDD juga berpotensi memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujar Wakil Wali Kota.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Baubau, Yusman Fahim, menegaskan bahwa peran PMI tidak hanya terbatas pada penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan di tengah masyarakat
Terkait Unit Transfusi Darah (UTD), ia menyebut saat ini masih dalam proses penyelesaian administrasi dan perizinan. Pihaknya optimistis izin operasional segera terbit sehingga layanan dapat berjalan maksimal.
“Kebutuhan darah di Kota Baubau cukup tinggi, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Karena itu, ketersediaan darah harus selalu terjaga dan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
(Stasiunberita/Redaksi)
