Tekan Inflasi, Buton Selatan dan Konawe Jalin Kerja Sama Pasokan Pangan

Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios (kanan) dan Bupati Konawe H. Yusran Akbar (kiri).


StasiunBerita.id, KONAWE — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui kolaborasi antardaerah. Upaya tersebut diwujudkan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Pemerintah Kabupaten Konawe dalam penyediaan dan pemanfaatan komoditas pertanian serta perikanan.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios dan Bupati Konawe H. Yusran Akbar di Unaaha, Kabupaten Konawe, Rabu (24/6/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret kedua daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penguatan pasokan dan distribusi komoditas antarwilayah.

Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios mengatakan, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan sistem distribusi dan ketersediaan pasokan yang kuat. Karena itu, kemitraan antardaerah menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun rantai pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ketika pasokan terjaga, distribusi lancar, maka stabilitas harga juga akan lebih mudah dikendalikan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah," ujar Adios.

Bupati Buton Selatan dan Bupati Konawe saat menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama penyediaan dan pemanfaatan komoditas pertanian dan perikanan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.


Menurutnya, Konawe sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian terbesar di Sulawesi Tenggara memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan pangan daerah lain, termasuk Buton Selatan. Sebaliknya, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.

Dalam nota kesepahaman itu, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat koordinasi terkait ketersediaan stok pangan, perkembangan harga komoditas, hingga peningkatan akses distribusi antarwilayah. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengantisipasi potensi gejolak harga sekaligus menjamin ketersediaan komoditas srategis bagi masyarakat.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Syamrizal S., SH, mengatakan kerja sama tersebut menjadi landasan bagi kedua daerah dalam membangun program bersama di bidang ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

"Kesepakatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan komoditas, tetapi juga mencakup penguatan koordinasi, pertukaran informasi, hingga pengembangan mekanisme distribusi yang lebih efektif. Tujuannya adalah memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap stabil," kata Syamrizal.

Ia menambahkan, implementasi kerja sama akan ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana kerja dan perjanjian teknis yang melibatkan perangkat daerah terkait. Dalam pelaksanaannya, kedua pemerintah daerah juga dapat menggandeng BUMD, koperasi maupun pelaku usaha guna mendukung kelancaran distribusi komoditas.

Untuk memastikan kerja sama berjalan optimal, kedua daerah akan melakukan monitoring secara berkala dan evaluasi tahunan terhadap stabilitas pasokan, perkembangan harga, serta dampaknya terhadap pengendalian inflasi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, kemitraan ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan yang lebih terjamin dan distribusi yang semakin terintegrasi, upaya menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(a)


(Stasiunberita/Redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama