![]() |
| Penyerahan dokumen hasil Konferensi Cabang (Konfercab) XV PMII Kota Baubau usai penetapan Mudasir Ali Mahmud sebagai Ketua Cabang PMII Kota Baubau Masa Khidmat 2026–2027. |
Stasiunberita.id, Baubau – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Baubau resmi memasuki babak baru. Melalui forum Konferensi Cabang (Konfercab) XV, Mudasir Ali Mahmud ditetapkan sebagai Ketua Cabang PMII Kota Baubau, sementara Sarlita dipercaya memimpin Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Kota Baubau untuk Masa Khidmat 2026–2027, Sabtu (11/7/2026).
Konfercab sebagai forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga ruang evaluasi organisasi serta perumusan arah gerakan PMII ke depan. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat kaderisasi sekaligus menghidupkan kembali tradisi intelektual di lingkungan PMII Kota Baubau.
Dalam pernyataan usai penetapan, ditegaskan bahwa PMII harus terus menjadi ruang pembinaan kader yang melahirkan generasi berpikir kritis, berintegritas, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Ketua Cabang PMII Kota Baubau terpilih, Mudasir Ali Mahmud, menilai amanah yang diberikan bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk memperkuat proses kaderisasi di seluruh tingkatan.
"Kaderisasi adalah jantung organisasi. PMII Kota Baubau harus menjadi rumah pembinaan yang mampu melahirkan kader-kader yang kritis, berintegritas, dan memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Kami akan mendorong penguatan kaderisasi formal maupun nonformal agar setiap kader memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KOPRI PMII Kota Baubau terpilih, Sarlita, menegaskan komitmennya menjadikan KOPRI sebagai ruang pengembangan kapasitas kader perempuan yang lebih progresif, adaptif, dan berdaya saing.
"KOPRI harus hadir sebagai wadah penguatan intelektual, kepemimpinan, dan pengabdian kader perempuan. Kami ingin membangun budaya belajar, berdiskusi, dan berkarya agar kader perempuan PMII Kota Baubau mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat," katanya.
Kepemimpinan Mudasir dan Sarlita diharapkan mampu memperkuat seluruh jenjang kaderisasi, mulai dari tingkat komisariat hingga cabang. Penguatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan formal, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem organisasi yang aktif melalui forum diskusi, kajian ilmiah, literasi, riset, serta pengembangan kapasitas kader secara berkelanjutan.
Sejumlah agenda strategis yang menjadi harapan bersama di antaranya revitalisasi kaderisasi di tingkat komisariat, penguatan forum kajian keislaman dan kebangsaan, peningkatan kualitas kader melalui pelatihan dan pendampingan, serta membangun budaya literasi sebagai fondasi tradisi intelektual organisasi.
Sebagai organisasi kader, PMII dinilai memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif dalam aktivitas kemahasiswaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah, bangsa, dan umat. Tradisi intelektual yang kuat diyakini menjadi modal penting agar organisasi tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Di sisi lain, kepemimpinan baru KOPRI juga diharapkan mampu memperluas ruang pengembangan kepemimpinan kader perempuan melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan kaderisasi yang terarah, KOPRI diharapkan melahirkan kader perempuan yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap mengambil peran di berbagai sektor.
Masa Khidmat 2026–2027 menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menghadirkan PMII Kota Baubau sebagai organisasi yang kokoh dalam tradisi intelektual dan aktif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
(Stasiunberita/Redaksi)

